• Home
  • Travel
  • Life Style
    • Category
    • Category
    • Category
  • About
  • Contact
  • Download
Powered by Blogger.
Read More

Tyara Potter Life's

facebook google twitter tumblr instagram linkedin

Kalau solo travelling dan hemat budget, kayanya saya gak bakal booking hotel bintang 4 kaya gini ya *maklum backpackere biasanya nginep di dorm, hostel, atau hotel kapsul yang murah hahhaa. Namuuun, Pada trip Sapporo selama 3 hari 2 malam kali ini beda dong. Karena kali ini saya nge trip sama seseorang yang belum terbiasa hidup susah kaya saya, jadilah saya menghargai dia untuk menginap di tempat yang agak fancy sedikit supaya dia nyaman travelling bareng saya ;D

Setelah membandingkan beberapa hotel di Sapporo yang saya lihat berdasarkan harga, fasilitas, dan jarak dari stasiun terdekat, akhirnya terpilihlah Hotel Relief ini. Dari review yang saya baca berdasarkan tripadvisor dan aplikasi booking dot com, hotel ini cukup baik dan letaknya dekat dengan stasiun. Dengan harga 6000 yen per malam untuk 2 orang, menurut saya cukup murah karena sudah termasuk breakfast. Tapi ternyata, setelah datang dan check in disini. Biaya 6000 yen per malam sangatlah worth it dengan semua fasilitas yang kita dapatkan! Mau tau apa aja fasilitasnya? nih saya sebutin yaa..

1. Free Amenities & late check in <jam 12.00>
    Pada saat kita check in, reseptionist menawarkan fasilitas ini ke kita karena kita menginap 2 malam disini. Ada beberapa pilihan yang bisa kita pilih kalau kita bersedia untuk tidak menggunakan fasilitas room cleaning di pagi hari nya. Karena saya orangnya lebih suka berantakan daripada rapih-rapih, jadi kami pilih gak usah dibersihin lah kamarnya hahha. Nah, pilihannya ada 3 tuh, dan sebagai kompensasi kamar gak dibersihkan sama housekeeper kita dipersilahkan pilih semau kita. Karena aku cwe, jadilah aku pilih girl amenities yang kaya gini isi nya. 

gambar amenities

Saya kira cuma 1 aja kompensasinya, ternyata nggak guys! karena kita menginap 2 malam disini, jadi kita dikasih pilihan berikutnya untuk kompensasi hari ke2. Wah seneng dong! karena amenities udah dapet, yaudah kita pilih option berikutnya aja, late check in jam 12. Jaga2 kalau kita males keluar hotel di hari ke tiga dan mager, jadi manfaatin waktu di hotel aja.

2. Pembayaran dengan mesin
    Sayangnya lupa di poto atau di videoin guys. Jadi setelah dikonfirmasi pesenan kita yang kita book via booking dotcom udah bener dan dicocokkin dengan passport saya, kita dikasih kartu yang harus kita masukkan ke mesin yang ada tepat di depan meja resepsionis. Kartu itu sudah berisi data kamar kita dan tinggal kita masukkin kartunya ke mesin, lalu masukkan uang kita ke mesin seharga yang tertera di layar, yaitu 6000 yen untuk 2 malam. Lalu keluar lah receipt nya, wuihhh keren ya! ini nih yang saya suka dengan sistem di Jepang. Kaya gaada celah untuk korupsi di setiap lini gitu ya, semua terselamatkan dengan adanya teknologi super canggih.

3. Include Breakfast seharga 1000 yen dan boleh pilih

   Saat check in, kita diminta untuk memilih mau makan apa untuk breakfast nya. Karena kita menginap 2 malam, jadi kita dipersilahkan untuk memilih 2 menu sarapan yang ada di buku menu. Masing-masing menu harganya 1000 yen. Kalau kita kurang gitu porsinya, kita bisa beli lagi sarapannya dengan harga yang tertera di buku menu. Pilihannya gak banyak dan gaada nasi guys. Cuma ada salad dan pancakes aja. Karena beberapa saladnya pakai bacon dan sosis babi, jadi saya milih sarapan yang pancakes aja. Menurut saya itu worth it lho, dengan harga 3000 yen per orang udah termasuk sarapan seharga 1000 yen, berarti biaya nginepnya cuma 2000 yen kan! seharga kapsul hotel di tokyo tanpa breakfast tanpa kamar mandi dalem lhoo! waw lah pokoknya! i love it

4. Fasilitas welcome drink avaiable sampai 23.59

   Ini yang bikin takjub sih, jadi fasilitas welcome drink ini gak selayaknya di hotel bintang 5 yang biasanya disediain sama petugasnya dan dikasih welcome drink gitu. Tapi ada dispenser sendiri dan gelas kertas tersedia untuk siapa saja yang mau ambil dari jam 15.00 <waktu check in> sampai tengah malam. Boleh ambil sepuasnya! berkali-kali! panas & dingin! enak ga sih tuuhh

5. Fasilitas Hot Spa

   Fasilitas ini gak kalah nikmatnya deh sama fasilitas yang lain. Walaupun di kamar sendiri sudah disediakan shower air panas dan bath up yang nyaman, tapi hotel ini juga menyediakan hot spa yang bisa digunakan wanita & laki-laki untuk relaxing melepas lelash setelah berjalan-jalan seharian di kota Sapporo. Karena fasilitas ini cuma ada 1, jadi waktunya dibagi-bagi. Khusus untuk wanita dikasih password sendiri untuk kenyamanan dan keamanan bersama.
Yang saya suka dari fasilitas hot spa ini, skin care nya tuh enaak banget, lembut dan bikin saya pengen cuci muka terus. Muka serasa kenyal banget pakai facial foam nya dan lotion nya wangii. Pokoknya sukaa! Oia, di tempat spa ini, kita diwajibkan untuk nude alias naked alias telanjang ya! Jadi jangan heran kalau setelah kamu masukkan password dan buka pintu kamu liat cwe-cwe pada telanjang bulet ngaca atau mandi tanpa menghiraukan sekelilingnya hhahaa.

6. Free Handphone

   Ini nih yang gak kalah kerennya! Kalau kamu gak punya internet pas jalan-jalan di Sapporo dan nginep disini, jangan khawatir! Hotel ini menyediakan Handy yang bisa kamu pakai selama kamu menginap disini. Internetnya lumayan kenceng dan bisa kamu bawa kemana-mana untuk membantu kamu cari informasi atau pakai google maps selama explore kota ini. HEMAT kuota internet dong yaa! <kalau kamu punya kartu internet yang kuota nya terbatas, udah matiin aja internetnya, dan pake internet dari hp ini!> hhihi

Kayanya itu deh ya fasilitas-fasilitas yang kamu dapet kalau kamu menginap di Hotel Relieif ini. Kalau next saya ke Sapporo lagi, bermalam 5-7 malam disini pun saya betaaah rasanya. Walaupun kamarnya lumayan kecil, tapi gak masalah untuk saya karena kasurnya empuk dan ruangannya hangat 'D

Duh, jadi pengen ke Sapporo lagiii
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

Ini pengalaman saya beberapa tahun lalu saat pertama kali liburan ke Jepang, tapi ada beberapa update harga visa yang akan saya attach bedasarkan informasi yang ada di website Kedutaan Jepang. Begini persiapan saya sebelum travelling ke Jepang januari 2016 dengan berbekal tiket promo KL – Osaka yang saya beli di airasia 2,3jt. Karena passport saya bukan e-passport, jadi saya harus melampirkan beberapa persyaratan yang harus diajukan untuk membuat visa jepang, wisata kunjungan dengan biaya sendiri. Bagi pemegang e-passport tidak perlu repot2 begini, cukup datang ke embassy, isi formulir dan dan besok nya ada sudah bisa ambil passpor yang sudah ditempeli visa waiver (berlaku 3 tahun sekali kunjungan 15 hari dan FREE ga usah bayar alias gratis )

Berbekal dari beberapa blog, postingan dan review dari para backpackers se indonesia, jadi saya ikuti step by step dan beranikan apply sendiri tanpa bantuan travel agent, karena harganya terpaut jauuuh sekali. Pernah saya iseng bertanya kalau urus visa jepang harganya berapa? Mereka bilang 700rb padahal menurut web Kedutaan Besar Jepang cuma 330rb (harga di 2015)


UPDATE : 
Berdasarkan informasi yang tertera di web Kedutaan Jepang saat ini (kalian bisa cek langsung di link ini https://www.id.emb-japan.go.jp/visa_3e.html)

Effective 15 September 2017, the Japan Visa Application Centre (JVAC) is open in Indonesia. All visa application should be submitted through JVAC. The Embassy of Japan in Indonesia will continue to accept applications from Diplomatic Passport and Official Passport holders and applicants traveling on humanitarian emergency to Japan or visa transfer of issued visa to new passport. For other passport holders, please refer to JVAC website (http://www.vfsglobal.com/japan/indonesia/) for required documents

Jadi, mulai September 2017 pengurusan visa reguler seperti ini (bukan e-passport) bisa di proses di VFSGlobal layaknya pengurusan visa Schengen (Eropa). Biaya nya Rp 360.000 untuk single entry dan Rp 720.000 untuk Multiple Entry. Lebih jelas nya kamu bisa cek di sini ya.

Oke saya menyiapkan apa yang harus disiapkan yaitu :
1. Formulir yang bisa di download disini (http://www.id.emb-japan.go.jp/application2.pdf) sudah saya tempeli Pas photo 4,5*4,5
2. Photocopy ktp
3. Itinerary yang bisa di download di website juga
ini itinerary saya kala itu
4. Bookingan tiket pesawat (airasia kl-osaka)
5. Bookingan hotel selama disana (booking via booking.com yang tanpa kartu kredit dan bisa cancel kapan saja)
ini bookingan hotel yang free cancellation dan tanpa credit card via booking.com
6. Rekening koran 3 bulan ( minimal saldo siapkan saja 1/jt per hari. misal travelling 8 hari, paling tidak ada saldo 8jt yang mengendap, lebih banyak lebih bagus )
7. Surat referensi bank (bca) - ini optional, bedasarkan website tidak perlu, tapi saya antisipasi saja :)
8. Passpor tentunya :)
Notes :
( karena saya sekarang bukan karyawan swasta, tapi pengusaha ukm, jadi saya tidak mencantumkan surat referensi bekerja dari kantor, tidak juga mencantumkan siup karena bisnis saya masih kecil :D. Saya hanya menuliskan profesi as entrepreneur dan mengisi kolom company name di formulir dengan nama usaha saya )

Bagi yang masih mahasiswa aktif, silahkan cantumkan keterangan bahwa kamu masih aktif sebagai mahasiswa, proses sama tapi kamu tak perlu bayar untuk dapat visa jepang alias GRATIS ! enak yaa! >,< sayang nya saya sudah lulus 2 tahun yang lalu :v

-----

Senin, 30 november 2015

Karena saya tidak tahu kalau sekarang jalanan MH Thamrin gak bisa dilewati motor lagi, alhasil saya balik lagi ke kos an di setiabudi dan ambil grab taxi ke embassy japan. Setelah tukar id card di pintu depan, masuk dengan screening barang bawaan (jangan bawa barang berbahaya, karena kemarin saya ga sengaja bawa gunting dan disita, heheh tapi boleh diambil saat tukar id visitor dengan ktp nanti)

Ambil no antrian, lalu mengisi form untuk pengambilan passpor, setelah itu tunggu giliran di panggil dan ini yang yang harus diperhatikan, jangan sampai anda terlewat saat nomor anda tertera di layar, karena petugas hanya menunggu anda sekitar 1 menit dan hanya membunyikan bel (ting tong) sebanyak 2 kali tanpa di sebutkan nomornya. Jadi pastikan jangan kemana2 kalau nomor antrian yang anda ambil sudah sebentar lagi.

Nah giliran nomor antrian saya tertera, langsung saja saya serahkan semua berkas, si petugas hanya lihat dan cek berkas2 yang saya kasih, tanpa tanya ba bi bu, dia langsung cap kertas saya dan bilang “passpor bisa diambil hari kamis dari jam 13.00-15.00 ya mba” . Sayang bilang “ia makasih mas” trus pulang ke rumah sambil bengong, udah ya, gitu doang, ga ngapa2in, ga di tanya2, ga di wawancara ya sudahlah hahaha saya pun pulang dengan tenang.

Kamis, 3 desember 2015

Saya kembali lagi ke Kedutaan Jepang untuk menebus passpor saya. Bawa uang 400rb dan kembali ambil antrian dan menunggu, proses sama dan di loket yang sama, beda nya saya hanya membawa selembar kertas bukti pengambilan passpor dan uang saja. Ting Tong! Nomor saya tertera di loket dan saya segera menyerahkan bukti pengambilan passpor. Tanpa buang waktu, si petugas mencari dan menemukan passpor saya lalu saya diminta untuk mengecek apakan data sudah benar. Setelah saya bilang ok sudah benar, “Harganya 330rb, ini kwitansi nya atas nama mba tiara ya, uang nya 400rb kembali 70rb, terimakasih”. Yeaay visa jepang sudah di tangan dan baru saya tenang untuk benar2 booking hotel, beli japan rail pass dan beli tiket usj online untuk persiapan disana. :)

Jadi, bagi yang mau apply visa jepang tidak usah takut, sekalipun tidak ada surat referensi dari tempat bekerja (karena saya bekerja untuk diri saya sendiri) saya tetap lolos :)
Semoga informasi nya bermanfaat yaa

Happy travelling :)


Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

Dari banyaknya pilihan Remittance Provider Yang Ada Di Jepang, dari awal hati saya sudah tertambat ke Smile Remittance karena tersedia aplikasinya Di Play store Dan App store. Kenapa Smile Remittance? Dan apa bedanya dengan provider lain?

Berikut akan saya ulas, kenapa saya puas dengan layanan smile remittance. 

  1. Cara Registrasi Yang super Mudah
Kalau dibandingkan dengan remittance provider Yang lain, proses registrasi akun Di smile sangat Mudah. Tidak perlu meminta formulir untuk diisi kemudian Di kirim kembali untuk memenuhi persyaratan pembuatan akun Baru. Cukup install aplikasi smiles Yang bisa kamu temukan Di play store & appstore, kemudian isi data sesuai dengan identitasmu, Dan Walaa! TIDAK Sampai 1 jam akun kamu terverifikasi dan bisa langsung digunakan untuk transaksi. Selain itu, kamu Akan mendapatkan 50 point pertama Yang bisa kamu redeem untuk mengurangi biaya kirim! Hemat kaan :)
  1. Bisa langsung transaksi Tanpa menunggu kartu 
Nah, Biasanya Kalau provider lain akan butuh waktu sekitar 1 minggu untuk mengirimkan kartu setelah kita selesai mengisi formulir, tetapi tidak dengan Smile. Jika kamu mempunyai rekening JP Post, kamu bisa langsung ke ATM JP Post terdekat untuk melakukan deposit ke akun smile kamu, Yang kemudian bisa langsung kamu gunakan untuk mengirim Uang ke keluarga tercinta Di Indonesia. Simple Dan Gak ribet! 

  1. Bonus point dapat digunakan sebagai ongkos kirim
Ini salah satu fasilitas Yang saya suka dari smile. Setiap kita mengirim Uang, kita akan mendapatkan point Yang bisa kita gunakan untuk mengurangi biaya kirim Di Pengiriman selanjutnya. Selain itu, dengan mengajak orang lain juga memakai smile, kita juga bisa mendapatkan point Lho! Lumayan kaan :)

  1. Dapat mengirim Uang kemana saja kapan saja via cash & rekening BANK Di Indonesia
Dengan adanya aplikasi Di smartphone, saya bisa dengan Mudah mengecek update dari Pengiriman Yang saya lakukan. TIDAK hanya bisa kirim ke 1 nomor rekening saja, dengan aplikasi ini kita bisa mengirim ke nomor rekening bank lain Tanpa harus menggunakan kartu (beberapa provider lain, hanya bisa mengirim Uang ke no rekening Yang telah Di daftarkan saja). Kita bisa mendaftarkan nomor rekening lain langsung Di aplikasi. 
Bukti penerimaan uang cash dari Bank BNI


Selain itu, fasilitas Cash Pick Up bisa menjadi alternatif apabila kerabat/keluarga perlu segera menerima Uang. Biasanya Pengiriman melalui rekening bank terkadang bisa Sampai 12 jam (tergantung jam berapa anda kirim uang), namun Kalau kamu pilih cash pick up Di Bank BNI, kurang dari 1 jam orang rumah sudah bisa ambil Uang Yang kamu kirim hanya dengan menunjukkan bukti screenshot aplikasi smile kita Dan ktp si penerima. Mudah Ya! 

  1. Customer Service Yang siap melayani dengan ramah.
Walaupun tidak standby 24 jam, namun kita bisa berkomunikasi langsung dengan customer service via Facebook messenger. Dari konfirmasi deposit Sampai dengan komplain soal sistem. Semua Hal ditanggapi dengan ramah Dan bisa memberikan solusi terbaik. 

Jadi, buat kamu yang tinggal di Jepang namun Masih bingung untuk memilih provider Pengiriman Uang ke Indonesia, kamu bisa install aplikasi smile di sini dengan memasukkan INVITATION CODE: A1-1993149123 untuk mendapatkan point tambahan dan nikmati kemudahannya. 



Ingat! Jangan Boros2, dapat Gaji mending langsung kirim ke Indonesia untuk ditabung dan buka usaha :D

Jangan lupa bahagiaa ^_^



Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

Rank : 5 out of 5 stars [owh my God!]
Category : Movies
Genre : Adventure, Drama, Fantasy
Director : David Yates
Stars : Daniel Radcliffe, Emma Watson, Rupert Grint

Akhirnya para penggemar setia Harry Potter dapat bernapas lega karena film ini akhirnya tayang di Indonesia. Terlepas dari kontroversi Omega Film, sang importir film baru yang memboyong film-film Holywood ke bioskop Indonesia, saya patut berterima kasih kepada semua pihak yang menayangkan film ini karena telah memberi kesempatan film Harry Potter terakhir ini hadir di akhir bulan Juli di hadapan para penggemar setianyanya. Phew..para penggemar di situ termasuk saya dan kawan-kawan nongkrong, lho.

David Yates rupanya pandai memainkan trik marketing. Memang film Harry Potter terakhir ini terasa sangat fantastis. Namun, efeknya takkan sehebat yang sekarang jika ia tak memikirkan hal penting dalam penayangan filmnya. Kita bisa berkata bahwa Part 1 film ini tidak bisa dianggap luar biasa. Bagus, tapi tidak ada apa-apanya. Nah, dengan tidak membuat ekspektasi tinggi di Part 1 tersebut, ia kemudian memberikan ledakan dahsyat dan pertunjukan yang fantastis di bagian akhir ini. Wow, what a amazing movie!

Di bagian pertama memang dibikin down terlebih dahulu. 
Nah, pas di bagian kedua ini baru deh abis-abisan filmnya!  
Gak asik, kan, kalo endingnya ga lebih bagus dari film sebelumnya...?
Karena rencana nonton ini sudah ada sejak tayangan Part 1 selesai ditonton, maka saya dkk. memilih karcis film 3D adalah wajib ‘ain hukumnya di film Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2. Dengan keharusan yang teramat teguh, akhirnya mau-tidak-mau, di sebelah mana pun tempat duduknya, jam berapa pun tayangnya, kami harus dapatkan tiketnya.

Di film ini sebetulnya yang jadi pahlawan adalah Neville. Yep, dialah sang Neville Longbottom. Dengan mengesampingkan pelariannya dari ratusan pelahap maut yang menyerbu jembatan dan merangsek ke Kastil Hogwarts, Neville adalah Gryffindor pemberani. Rada speechless juga saat Neville menyeret-nyeret kakinya tuk berhadapan dengan You-Know-Who dan puluhan Pelahap Maut sang pengikut Tuannya untuk ceramah. Wew, pidato singkat yang sangat mengharukan, dude. Selain itu, aksi-aksinya sebagai pemimpin Dumbledore Army patut diperhitungkan. Ah, hebatnya jadi orang pemberani.

Namun, teramat disayang. Ada beberapa adegan yang membuat saya merasa aneh dan janggal. Adegan yang masih saya ingat saat Harry, Ron, dan Hermione pergi untuk mendekati bangunan di pinggir danau yang jika di novel bernama
Shrieking Shack. Di situlah Snape dihabisi oleh Voldemort. Entah kenapa adegan itu tidak logis dan reasonless. Coba dipikir baik-baik deh, kalau saja Snape tidak dibunuh Voldemort dan Harry tidak tahu akan disuruh untuk mengambil air matanya Snape, akankah mereka tetap pergi ke sana? Apa pasal sehingga mereka mau-maunya mendekati Voldemort? Dan kenapa Voldemort tak tahu keberadaan mereka?

Hal aneh lainnya adalah tentang air mata yang dikeluarkan Snape. Jika dilihat dari adegan Harry menampung air matanya Snape di botol kecil yag diberikan Hermione, sulit untuk percaya bahwa Harry menuangkan air mata yang hampir penuh dari botol kecil itu ke dalam Pensieve. Siapa yang nambah-nambahin?

Lagi, dalam kematiannya Snape, Voldemort menginginkan tongkat edler agar patuh kepada dirinya. Tongkat elder akan jadi miliknya jika dapat membunuh pemilik tongkat sebelumnya. Itu dilakukan karena sebelumnya Snape lah yang membunuh Dumbledore, yang mana ia lah yang memiliki tongkat bertuah tersebut. Oleh karena itu, ia harus membunuh Snape. And guess what? Yang bunuh Snape itu sesungguhnya adalah Nagini, bukan Voldemort sendiri. So, kurang masuk akal juga Voldemort dengan pedenya petantang-petenteng ngadepin Harry dan menganggap dialah yang memiliki tongkat elder.

Yang terakhir, dan ini paling garing: percakapan Aberforth dengan Harry di desa Hogsmeade. Di sana ia bertemu dengan Ariana, adik bungsunya Dumbledore, di dalam bingkai lukisannya. Saya cukup setuju dengan kata-katanya Aberforth yang ini,

What makes you think you can trust him?
Masa’ gitu ya, bocah baru gede dan baru belajar pertahanan diri dari ilmu hitam bisa-bisanya udah disuruh melawan sang Pangeran Kegelapan yang memiliki ilmu sihir begitu digdaya dan begitu rupa. Kalau diperhatikan, tindakan ini adalah sebuah tindakan bunuh diri, memang. Tidak masuk akal.  Sangat tidak masuk akal jika dipikir baik-baik.

Keajaiban, itu jawabannya. Dan begitulah…ini yang dinamakan keajaiban. Apa yang dinamakan keajaiban memang tak pernah masuk akal, bukan? Harry tidak hanya sebagai pahlawan bagi dunia sihirnya. Ia merupakan simbol bagi generasi muda. Simbol atas kepercayaan yang diberikan Dumbledore sebagai generasi tua yang menyerahkan estafet kepemimpinannya kepada anak muda seperti Harry.

Isu seperti ini adalah sesuatu yang besar dan timeless. Kekuasaan, suatu medan magnet bagi setiap manusia yang mendambakannya, pada hakikatnya adalah tanggung jawab yang diemban oleh manusia yang dirasa mampu untuk memikulnya. Kekuasaan bukanlah kenikmatan yang disuling dari kesewenang-wenangan karena ia berkuasa. Dalam hal ini, Dumbledore memercayai Harry untuk menggantikannya menjadi pemimpin. Kepercayaan, dalam hal ini kepercayaan kepada yang muda, adalah sesuatu yang mahal dan langka di dunia, bahkan di Indonesia.

Harry Potter and the Deathly Hallows berhasil mengampanyekan simbol-simbol kepemimpinan yang digarap dalam film epos (yang mana tumbuh dari film anak-anak) ini. Harry tidak hanya sebagai pahlawan, tetapi sebagai lambang regenerasi kepemimpinan yang tumbuh dari didikan master. Bukan berarti Harry orang super, yang sama sekali berbeda dengan penyihir (baca: manusia) lainnya, tetapi ia adalah sebuah wujud nyata dari sosok zero to hero yang berkembang, dari yang tak tahu apa-apa (Hagrid lah yang memberitahunya bahwa ia penyihir) sampai saat-saat menegangkan mengalahkan Voldemort.

And finally, ending. Rupanya saya suka dengan close ending di film ini (iya, mirip-mirip di novelnya memang). Bagi saya, open ending seperti yang dilakukan Nolan dalam Inceptionnya memang sesuatu yang beda dari yang lain. Tetapi sejujurnya, saya lebih menyukai ending yang jelas karena saya tak perlu menduga-duga seperti apa sih ending untuk film itu (iya, saya tahunya beres, gak mau ribed).

Akhir kata, film ini sangat keren apalagi dipoles dengan teknologi 3D. Efek yang paling terasa ketika Voldemort (gak takut-takutnya gua nyebut namanya, ya?) dikalahkan dan hancur menjadi kepingan-kepingan material yang seolah-olah terbang ke arah saya. Mantep pisan!
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Older Posts

Author Profile

Author Profile

Follow Me

Labels

culinaire curhat Design destination device disneyland event featured film food review hokkaido hotel hotel review illumination indonesia itinerary jalan Japan jepang jepang. curry lowongan nabana no sato New ipod News one day trip Pengiriman Uang remittance review sapporo slider Tips tokyo travel travel story Tulisan visa

recent posts

Popular Posts

FOLLOW ME @tyarapotter

Created with by BeautyTemplates